{"id":1919,"date":"2024-03-18T10:00:35","date_gmt":"2024-03-18T03:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.scisi.co.id\/?p=1919"},"modified":"2024-03-18T10:00:37","modified_gmt":"2024-03-18T03:00:37","slug":"impor-barang-konsumsi-meningkat-3649-di-bulan-februari-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/blog\/impor-barang-konsumsi-meningkat-3649-di-bulan-februari-2024\/","title":{"rendered":"Impor Barang Konsumsi Meningkat 36,49% di Bulan Februari 2024"},"content":{"rendered":"<p>Sabtu, 16 Maret 2024 \/ 18:25 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Reporter:&nbsp;Arif Ferdianto&nbsp;| Editor:&nbsp;Khomarul Hidayat<\/p>\n\n\n\n<p>Impor barang konsumsi meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor barang konsumsi naik 36,49% secara tahunan atau&nbsp;<em>year on year&nbsp;<\/em>(YoY) menjadi US$ 1,86 miliar pada Februari 2024, dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai US$ 1,36 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar mengatakan, barang konsumsi yang mengalami peningkatan&nbsp; antara lain serealia (HS 10) naik 164,60%. Menurutnya, ini untuk menjaga pasokan dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerikutnya, mesin peralatan elektrik dan bagiannya (HS 85) naik 118,40% dan alas kaki (HS 64) naik sebesar 87,57%,\u201d ujarnya di Jakarta, Jumat (15\/3).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, impor barang modal juga mengalami peningkatan sebesar 18,52% YoY menjadi US$ 3,27 miliar di Februari 2024, dibandingkan Februari 2023 sebesar US$ 2,76 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Impor bahan baku penolong juga turut terkerek sebesar 12,82% YoY menjadi US$ 13,30 miliar di Februari 2024, dibandingkan Februari 2023 sebesar US$ 11,79 miliar. \u201cBahan baku penolong menyumbang setidaknya sekitar 72,41% dari total impor pada bulan Februari 2024,\u201d kata Amalia.<\/p>\n\n\n\n<p>Amalia mengungkapkan, secara bulanan impor barang konsumsi juga mengalami peningkatan sebesar 5,11% di Februari 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBarang konsumsi yang mengalami peningkatan secara mom adalah mesin peralatan mekanis dan&nbsp;bagiannya (HS 84) sebesar 77,77%, kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar 46,46%, dan mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar 30,79%,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>(Sumber: kontan.co.id)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 16 Maret 2024 \/ 18:25 WIB Reporter:&nbsp;Arif Ferdianto&nbsp;| Editor:&nbsp;Khomarul Hidayat Impor barang konsumsi meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":1920,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1919"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1921,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1919\/revisions\/1921"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}