{"id":1026,"date":"2021-05-25T10:50:33","date_gmt":"2021-05-25T03:50:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.scisi.co.id\/?p=1026"},"modified":"2021-05-25T10:50:41","modified_gmt":"2021-05-25T03:50:41","slug":"impor-gula-terus-dikritik-karena-tidak-efektif-untuk-turunkan-harga-gula-di-tanah-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/blog\/impor-gula-terus-dikritik-karena-tidak-efektif-untuk-turunkan-harga-gula-di-tanah-air\/","title":{"rendered":"Impor Gula Terus Dikritik Karena Tidak Efektif untuk Turunkan Harga Gula di Tanah Air"},"content":{"rendered":"<p><a>Budi Purnomo<\/a>- 23 Mei 2021, 17:42 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Pekerja menimbang dan mengemas gula pasir kiloan di Gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh Barat, Aceh. \/ANTARA FOTO\/Syifa Yulinnas\/rwa<\/p>\n\n\n\n<p><strong>HALLO BOGOR -<\/strong>&nbsp;Pemerintah diminta agar dapat membenahi tata niaga sebagai salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan terkait komoditas gula di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Pemerintah perlu terus meningkatkan upaya untuk memperbaiki tata niaga gula, baik secara&nbsp;on-farm&nbsp;maupun&nbsp;off-farm,\" kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)&nbsp;<a href=\"https:\/\/hallobogor.pikiran-rakyat.com\/tag\/Arumdriya%20Murwani\">Arumdriya Murwani<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut dia, selain revitalisasi mesin dan pabrik gula, kebijakan-kebijakan yang dibuat juga perlu fokus pada pemenuhan kebutuhan gula di dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia berpendapat pula bahwa regulasi impor perlu dibuat sesederhana mungkin dan memungkinkan impor dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dalam membaca kebutuhan pasar<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi, masih menurut dia,\u00a0<a href=\"https:\/\/hallobogor.pikiran-rakyat.com\/tag\/impor%20gula\">impor gula<\/a>\u00a0terus dikritik karena tidak efektif untuk menurunkan harga gula di Tanah Air.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk meningkatkan efektivitasnya,\u00a0<a href=\"https:\/\/hallobogor.pikiran-rakyat.com\/tag\/impor%20gula\">impor gula<\/a>\u00a0perlu diikuti adanya pembenahan tata niaga.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Impor gula tidak bisa dilihat sebagai satu-satunya alat dalam mengatasi permasalahan gula di Indonesia,\" katanya, di Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Tanpa adanya pembenahan tata niaga gula di dalam negeri, impor hanya akan bertindak sebagai solusi sementara yang efektivitasnya terus dipertanyakan,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Murwani memaparkan, faktor-faktor lain yang juga berkontribusi ke pada rendahnya produksi gula dalam negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti laju konversi lahan pertanian dan rantai distribusi yang panjang, juga berperan dalam mengurangi efektivitas&nbsp;<a href=\"https:\/\/hallobogor.pikiran-rakyat.com\/tag\/impor%20gula\">impor gula<\/a>&nbsp;sebagai alat untuk stabilisasi harga.<\/p>\n\n\n\n<p>Data United States Department of Agriculture (USDA) 2020 menunjukkan, Indonesia memproduksi 29,3 juta ton tebu yang digiling menjadi 2,1 juta ton gula untuk konsumsi selama periode Mei 2020 - Mei 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia harus mengimpor sekitar 5,2 juta ton gula untuk memenuhi konsumsi domestik yang mencapai 7,4 juta ton.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan terus bertambahnya jumlah konsumsi gula di Tanah Air akibat dari laju populasi penduduk, lanjutnya, maka kebutuhan gula tidak bisa diimbangi oleh kemampuan petani tebu dan pabrik gula.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab rendahnya produksi gula di Indonesia disebabkan oleh umur fasilitas produksi&nbsp;<a href=\"https:\/\/hallobogor.pikiran-rakyat.com\/tag\/gula%20tebu\">gula tebu<\/a>&nbsp;yang sudah tua.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikutip Hallobogor.com dari Antara, Murwani juga menyoroti bahwa hingga kini belum tersedianya satu data tebu dan gula yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dinilai penting karena kalau data yang tidak akurat dijadikan dasar pengambilan kebijakan, lanjut Arum, maka kebijakan yang dihasilkan tidak akan mampu merespons permasalahan yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Editor:&nbsp;<a>Budi Purnomo<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: ANTARA<\/p>\n\n\n\n<p>(Sumber : <a href=\"https:\/\/hallobogor.pikiran-rakyat.com\/ekonomi-bisnis\/pr-1321948803\/impor-gula-terus-dikritik-karena-tidak-efektif-untuk-turunkan-harga-gula-di-tanah-air?page=3\">PikiranRakyat<\/a>)<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budi Purnomo- 23 Mei 2021, 17:42 WIB Pekerja menimbang dan mengemas gula pasir kiloan di Gudang Perum Bulog Meulaboh, Aceh [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":1027,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1026"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1026"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1028,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1026\/revisions\/1028"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}