{"id":1022,"date":"2021-05-25T10:41:19","date_gmt":"2021-05-25T03:41:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.scisi.co.id\/?p=1022"},"modified":"2021-05-25T10:43:32","modified_gmt":"2021-05-25T03:43:32","slug":"ri-paling-banyak-impor-hp-dari-china-hingga-kedelai-as-ini-datanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/blog\/ri-paling-banyak-impor-hp-dari-china-hingga-kedelai-as-ini-datanya\/","title":{"rendered":"RI Paling Banyak Impor HP dari China hingga Kedelai AS, Ini Datanya"},"content":{"rendered":"<p>Hendra Kusuma - detikFinanceKamis, 20 Mei 2021 12:48 WIB<\/p>\n\n\n\n<p>Ilustrasi\/Foto: Julian Chokkattu\/Digital Trends<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jakarta<\/strong>&nbsp;-&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/impor\">impor<\/a>&nbsp;Indonesia mencapai US$ 16,29 miliar di April 2021. Angka tersebut mengalami penurunan 2,98% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 16,79 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, impor Indonesia mengalami peningkatan 29,93%. Peningkatan ini ditopang oleh peningkatan impor migas sebesar 136,86% dan impor non migas 22,10%.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, impor Indonesia masih didominasi oleh produk-produk yang berasal dari China salah satunya yang paling banyak diimpor adalah telepon untuk seluler atau&nbsp;<em>handphone<\/em>&nbsp;(HP).<\/p>\n\n\n\n<p>\"Dengan Tiongkok impor kita dari sana pada April 2021 ini masih meningkat 597,6 juta dolar, barang utama paling besar telepon untuk selular,\" kata kata Suhariyanto dalam video conference, Kamis (20\/5\/2021).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Indonesia juga tercatat banyak&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/impor\">impor<\/a>&nbsp;kedelai dari Amerika Serikat (AS). Hal tersebut tercatat dalam neraca impor Indonesia dengan AS ada penambahan US$ 85,5 juta yang salah satu komoditasnya adalah kedelai.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Kemudian dari AS meningkat 85,5 juta dolar, komoditas adalah&nbsp;<em>soybean<\/em>, lalu di Hong Kong meningkat komoditasnya emas,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dilihat dari penggunaan barang, Suhariyanto menyebut hanya barang konsumsi yang tumbuh secara bulanan, sementara bahan baku atau penolong, barang modal mengalami penurunan.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Sekarang kita lihat komposisi impor berdasarkan penggunaan barang. Impor barang konsumsi secara mtm naik 12,89%,&nbsp;<em>share<\/em>&nbsp;barang konsumsi ini hanya 10%, sementara impor kita didominasi bahan baku,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk barang konsumsi, tercatat Indonesia banyak mengimpor&nbsp;<em>raw sugar<\/em>&nbsp;dari India, bawang putih dan anggur segar dari China, serta daging beku dari Australia. Semua barang konsumsi ini meningkat karena dibutuhkan selama bulan ramadhan dan Idul Fitri.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun, dikatakan Suhariyanto beberapa golongan barang HS 2 digit yang mengalami peningkatan selama April 2021, adalah mesin dan perlengkapan elektrik yaitu impornya bertambah US$ 167,4 juta. Biji dan buah mengandung minyak naik US$ 66,0 juta. Sayuran bertambah US$ 54,8 juta. Plastik dan barang dari plastik bertambah US$ 54,1 juta, dan buah-buahan bertambah US$ 37,4 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>\"Sebaliknya&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/impor\">impor<\/a>&nbsp;yang turun terdalam, kapal perahu, dan struktur terapung yaitu turun US$ 256,2 juta. Lalu ampas\/sisa industri makanan, mesin dan peralatan mekanis, berbagai produk kimia, dan produk farmasi. Itu golongan yang menurun dari Maret ke April 2021,\" ungkapnya.<strong>(hek\/ara)<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hendra Kusuma - detikFinanceKamis, 20 Mei 2021 12:48 WIB Ilustrasi\/Foto: Julian Chokkattu\/Digital Trends Jakarta&nbsp;-&nbsp; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai&nbsp;impor&nbsp;Indonesia [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":1023,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1022"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1022"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1025,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1022\/revisions\/1025"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1023"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.scisi.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}