Home Sitemap FAQ Links Contact Us Webmail English Search:
Pengajuan VPTI Online Company Profile Service Commodities Procedures News Center Executing Office
  News
Center
 
 
News Update
Archives
 
Archives  
Permendag 56/2008 Terus Disempurnakan
(07 Januari 2010)
Download
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan, pihaknya akan terus menyempurnakan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 56/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.


"Permendag tersebut akan terus disempurnakan. Selama ini, dengan ketentuan itu, impor lima produk konsumsi tertentu yang diatur dalam Permendag 56/2008 menunjukkan perbaikan pola, yakni importir menjadi importir terdaftar sehingga bisa dilakukan tracking," kata Mari Elka di sela-sela jumpa pers tentang Sasaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2010 di Jakarta, Selasa (6/1).

Di sisi lain, dia mengungkapkan, pemerintah belum berencana menambah jumlah produk atau pelabuhan yang akan diatur dalam ketentuan tersebut. Sebelumnya, Mendag Mari Pangestu menerbitkan Permendag No 56/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu yang mengatur arus masuk lima barang konsumsi melalui lima pelabuhan utama.

Lima produk tersebut yakni makanan dan minuman (mamin), elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, dan mainan anak-anak.

Kalangan pengusaha menilai, permendag tersebut efektif menekan impor ilegal masuk ke Indonesia. Permendag tersebut ditetapkan berlaku sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2010.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendag Muchtar mengatakan, sejak diberlakukan, tampak perubahan pola importasi lima produk tertentu yang diatur Permendag 56. Lima produk konsumsi tersebut masih bisa bebas masuk melalui pelabuhan kawasan berikat Batam.

Muchtar memaparkan, berdasarkan data Balitbang Kemendag, sepanjang sembilan bulan 2009, impor produk mainan anak-anak mencapai US$ 48,9 juta atau menurun sekitar 33,8%.

Namun, impor mainan anak masih ditemukan masuk melalui pelabuhan lain di luar lima pelabuhan tersebut, yakni sekitar 6,86% atau menurun dibandingkan 2008 yang mencapai 14,69%. Sebagian besar impor mainan di luar ketentuan masuk ke Batam, melalui Batu Ampar (75,3%), Sekupang (14,3%), dan Kanil/Panau (9%).

Secara keseluruhan, realisasi impor lima produk konsumsi tersebut pada Januari-September 2009 mencapai US$ 2,6 miliar atau menurun 12,3% dibandingkan periode sama 2008. "Selain mainan anak-anak, impor empat produk lainnya memiliki pola yang tidak berubah. Tapi minimal, impornya bisa di-tracking dengan mudah karena lebih tertib," tutur dia.

Selain itu, lanjut dia, impor makanan dan minuman menurun hingga 32,5% selama periode Januari-September 2009 senilai US$170,5 juta. Impor sepatu menurun 19,1% dari 2008, mencakup sepatu non sport (turun 32,5%), sepatu khusus (turun 2,6%), dan sepatu sport (naik 13,3%). Sedangkan impor elektronik menurun 10,5%.

 

Dia memaparkan, produk telepon seluler (HP) merupakan produk yang paling banyak diimpor (61,5 %), sisanya laptop dan AC masing-masing 15,5% dan 4,6%. Impor pakaian jadi, lanjut dia, selama Januari-September 2009 turun sekitar 8,5% dibandingkan periode sama 2008. (eme)

 

(Source : Investor Daily)



Back


Copyright © KSO SUCOFINDO-SURVEYOR INDONESIA 2007 | All Rights Reserved | Terms and Conditions