Home Sitemap FAQ Links Contact Us Webmail English Search:
Pengajuan VPTI Online Company Profile Service Commodities Procedures News Center Executing Office
  News
Center
 
 
News Update
Archives
 
News Update  
Penaikan Harga Garam 130% Bakal Dorong Penaikan Impor Garam
(28 April 2011)
Download
JAKARTA--MICOM: Direktur Utama Kimia Farma Sjamsul Arifin mengatakan penaikan harga garam akan mendorong pengusaha lebih memilih garam impor. Pasalnya, harga garam impor cenderung turun seiring penurunan nilai tukar dolar.

"Kami selama ini menggunakan garam impor sebagai bahan baku farmasi. Harganya saat ini turun seiring harga penurunan harga dolar. Jadi, penaikan harga garam tidak akan berimbas pada kenaikan harga obat-obatan. Tapi lebih mendorong peningkatan impor garam," ungkapnya.

Sjamsul menjelaskan ada sejumlah jenis obat-obatan berbahan baku garam. Adapun obat-obatan tersebut, antara lain natrium, kalium, bikarbonat, dan cairan infus.

"Cairan infus menjadi produk farmasi yang paling banyak memakai bahan baku garam. Infus itu kan isinya elektrolit dan bahan bakunya garam," kata Sjamsul.

Kementerian Perdagangan akhirnya menyetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menaikkan harga jual garam di tingkat petani sebesar 130 persen pada Kamis (21/4). Menurut Menteri KKP Fadel Muhammad, penaikan harga garam itu tidak akan mengganggu kenaikan harga bahan makanan atau terjadinya lonjakan inflasi.

"Penaikan harga garam di tingkat petani ini memang akan ikut menaikkan harga garam di tingkat konsumen. Tapi tidak akan berpengaruh besar pada harga produk berbahan baku garam. Pasalnya, konsumsi garam kita hanya sekitar 3-4 kg/orang/tahun. Sedangkan kenaikan harga itu akan turut meningkatkan produksi dan akan lebih banyak tenaga yang terlibat," jelasnya di kantor KKP, Jakarta, Jumat (22/4).

Fadel memerinci ada tiga alasan utama KKP bersama Kemendag sepakat menaikkan harga jual garam petani. Pertama, mendorong petani garam kembali memproduksi lebih banyak dan bisa menguntungkan mereka. Kedua, mewujudkan target swasembada garam hingga 2014. Dan ketiga, penaikan harga garam akan mempergunakan tenaga kerja lebih banyak.

"Selama ini petani garam banyak tak memproduksi karena menilai garam merupakan komoditas yang tidak memiliki nilai ekonomis. Akibatnya, nilai impor garam Indonesia mengalami peningkatan karena produksi menurun. Kami usulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk naikkan harga. Ini juga menjawab keraguan berbagai pihak yang mengatakan harga garam sulit naik," kata Fadel.

Dengan penaikan harga ini, lanjut Fadel, diharapkan bisa ada penaikan produksi garam hingga 300 ribu tahun ini yang difokuskan di sembilan lokasi, seperti Indramayu, Cirebon, Madura, NTT. Dia menambahkan KKP tahun ini mengalokasikan dana hingga Rp96 miliar untuk meningkatkan produksi garam nasional sehingga tercipta swasembada garam pada 2014.

Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan kenaikan harga jual garam di tingkat petani ini bertujuan menimbulkan gairah petani garam untuk memproduksi lebih banyak lagi. Selain itu, kenaikan harga garam ini nantinya juga ikut mendorong adanya peningkatan kualitas garam dalam negeri. Selama ini harga garam belum pernah naik sejak 2008.

Harga garam jenis K1 dari Rp325 ribu per ton akan naik menjadi Rp 750 ribu per ton, sedangkan harga garam jenis K2 dari Rp250 ribu per ton akan naik menjadi Rp550 ribu per ton.

"Keputusan penaikan harga garam itu sudah ditetapkan dalam rapat, dan SK (surat keputusan) harga garam itu nanti akan saya tandatangani dalam waktu dekat," kata Menteri Mari dalam konferensi persnya di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kamis (21/4). (*/OL-11)
 
(Source : MediaIndonesia)


Back


Copyright © KSO SUCOFINDO-SURVEYOR INDONESIA 2007 | All Rights Reserved | Terms and Conditions