15 Dec
Stok gula rafinasi menipis, Gapmmi minta pemerintah terbitkan izin impor raw sugar

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Herlina Kartika Dewi

Senin, 14 Desember 2020 / 06:40 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) berharap pemerintah dapat segera berbicara dengan para pemangku kepentingan yang ada agar persetujuan impor gula untuk kebutuhan industri dapat diterbitkan. 


Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman mengungkapkan, berdasarkan informasi dari para pemasok gula rafinasi nasional (AGRI) bahwa stok gula rafinasi sebagai bahan baku industri makanan minuman (mamin) saat ini hanya mencukupi kebutuhan hingga Januari 2021.


Di sisi lain, Thailand yang selama ini berkontribusi dalam memasok bahan baku gula ke Indonesia mengalami gagal panen, sehingga produsen gula rafinasi harus mendatangkan bahan baku gula dari negara yang lebih jauh seperti Brasil.


“Hal ini tentunya menambah waktu importasi, yang tadinya hanya memakan waktu sekitar dua minggu hingga tiga minggu menjadi dua bulan untuk dapat sampai ke tanah air,” kata Adhi dalam keterangan tertulis.


Kelangkaan pasokan gula bahan baku raw sugar diperkirakan bakal mendatangkan sejumlah masalah. Selain berakibat pada menurunnya produktivitas sektor industri mamin nasional dan menekan perekonomian yang belum pulih, kelangkaan pasokan raw sugar juga berpotensi menyebabkan permasalahan lain seperti kekosongan produk di pasar, banjirnya produk impor, dan juga mempengaruhi pelaku di sektor hulu seperti peternak dan petani.


Padahal, kontribusi mamin terhadap ekspor tidak sedikit. Pada rentang Januari-September 2020 lalu, kontribusi sektor mamin terhadap ekspor mencapai 21,38%. Selain itu, sektor mamin juga berkontribusi sebesar 39,51% terhadap PDB sektor pengolahan non-migas di triwulan III 2020.


Makanya, penerbitan persetujuan impor gula untuk kebutuhan industri dilihat sebagai solusi yang dibutuhkan. Sementara untuk solusi jangka panjang, Gapmmi berharap pemerintah dapat berfokus pada pembangunan dan pengembangan sektor hulu dan rantai pasok nasional agar industri lokal memiliki potensi dan kapasitas dalam memenuhi kebutuhan industri  nasional.

(Sumber : kontan.co.id)