12 Oct
Relaksasi Impor Hortikultura di UU Cipta Kerja Diharap Bisa Stabilkan Harga dan Pasokan

  • Sabtu, 10 Oktober 2020 | 07:30 WIB
  • Penulis:
    • Andika Primasiwi

JAKARTA, suaramerdeka.com - Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja membawa banyak dampak pada sektor pertanian Indonesia, salah satunya pada produk hortikultura. UU Cipta Kerja merelaksasi regulasi impor produk hortikultura dan hal ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan komoditas pangan di pasar. Relaksasi ini idealnya disikapi secara positif.

UU Cipta Kerja membebaskan impor untuk beberapa proses produksi penting di rantai pasokan sub sektor hortikultura. Pembebasan impor ini berlaku untuk benih unggul dan sarana pendukung kegiatan hortikultura. Walaupun direlaksasi, Galuh mengatakan pemerintah tetap harus memastikan adanya proses transfer teknologi dan sharing praktik baik lewat mekanisme ini.

Pemerintah juga menyederhanakan proses perizinan, dari yang tadinya berada di bawah berbagai kementerian dan lembaga teknis, kini berada di bawah pemerintah pusat. Selain itu, unit usaha hortikultura menengah dan besar tidak lagi membutuhkan Hak Guna Usaha (HGU) untuk menggunakan lahan negara.

“Namun hal ini harus diikuti adanya pengawasan bahwa penggunaan lahan tersebut harus sesuai dengan peruntukan dan perizinan awalnya juga memperhatikan regulasi terkait lingkungan. Kalau pengawasan tidak berjalan, dikhawatirkan akan muncul masalah baru,” ungkapnya.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah kini tidak lagi berperan dalam mengendalikan impor dan ekspor produk hortikultura sebagai mekanisme menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan produk hortikultura, walaupun izin importasi masih harus diperoleh dari pemerintah pusat.

Mengingat potensi naiknya harga komoditas hortikultura strategis seperti bawang putih ketika terjadi kelangkaan seperti yang terjadi di awal tahun 2020 berdasarkan data WFP pada 2020, relaksasi ini dirasa baik untuk menjaga kestabilan harga dan kestabilan pasokan komoditas strategis bagi rakyat.

(Sumber : suaramerdeka.com)