01 Jul
Petani Tebu Apresiasi Kemendag Wajibkan Importir Serap Panen


Ilham wibowo • 29 Juni 2020 19:48

Jakarta: Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyambut positif langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang memperhatikan kesejahteraan petani tebu. Perusahaan yang mendapatkan izin impor gula diwajibkan menyerap hasil panen.
 
"Respons Menteri Perdagangan ini telah menjawab aspirasi petani tebu," kata Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen melalui pesan tertulis kepada Medcom.id, Senin, 29 Juni 2020.
 
Keputusan untuk mewajibkan importir gula menyerap panen petani tebu menyikapi hasil rapat kerja komisi VI DPR RI dan Mendag pada 25 Juni 2020. Hasil rapat menyepakati agar perusahaan yang mendapatkan izin impor gula baik BUMN maupun swasta untuk membeli atau menyerap gula petani karena tidak laku.


"Mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perdagangan yang telah mendengar dan memperhatikan keluhan petani tebu bahwa gula petani tidak laku dan harganya semakin turun di bawah biaya produksi," ucap Soemitro.
 
Sekjen APTRI M. Nur Khabsyin menambahkan bahwa saat ini musim giling atau panen tebu sudah berjalan secara serentak pada awal Juni ini. Harga gula di tingkat petani mengalami penurunan tajam yakni hanya laku Rp10.800 per kg. Sementara akhir Ramadan masih laku Rp12.500- Rp13 ribu per kg.
 
"Ini akibat masuknya gula impor bersamaan dengan musim giling tebu. Stok gula impor yang terus berdatangan ditambah produksi gula lokal membuat pasokan berlimpah. Pedagang enggan membeli gula petani karena masih punya stok gula impor," paparnya.


Ia menilai penurunan harga gula musim giling tahun ini jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Harga gula tani masih bisa turun terus sampai batas harga acuan pemerintah yang saat ini masih berlaku yakni Rp9.100 per kg. Musim giling diperkirakan akan berlangsung selama empat sampai lima bulan ke depan.
 
"Kami juga minta kepada pemerintah untuk mewajibkan perusahaan yang mendapatkan izin impor untuk membeli gula petani. Karena mereka yang telah menikmati keuntungan tingginya harga gula beberapa waktu lalu yang bahkan sampai menyentuh Rp18 ribu per kg," pungkasnya.


(DEV)

(Sumber : medcom.id)