23 Jun
Indonesia Impor Gula USD 195 Juta Mei 2020, Terbesar dari India


Pedagang menyusun bungkusan gula di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/4/2020) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi.

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 22 Juni 2020

tirto.id - Indonesia mengimpor gula senilai 195 juta dolar AS selama Mei 2020. Itu sekitar 560 ribu ton gula, dengan asumsi harga gula rata-rata tak berubah pada April-Mei 2020. Pada April 2020, Indonesia juga mengimpor setara 684 ribu ton gula senilai 238,5 juta dolar AS.

India memasok impor gula terbesar pada Mei 2020. Nilainya 77,4 juta dolar AS. Pada April, negara ini juga mengimpor gula ke Indonesia senilai 19,3 juta dolar AS. Negara lain adalah Thailand, dengan nilai impor 69,3 juta dolar AS. Pada April 2020, Thailand memasok gula impor ke Indonesia senilai 121,4 juta dolar AS.

Berikutnya adalah Brasil yang memasok gula senilai 24,4 juta dolar AS. Lainnya beberapa negara dengan total 24,9 juta dolar AS.

Total pada Mei 2020 saja, Indonesia mengimpor sedikitnya 2,59 juta ton gula senilai 914,48 juta dolar AS.

Sementara industri gula dalam negeri sebenarnya dalam musim panen pada bulan Juni 2020. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berdalih akan berupaya menjaga "harga gula" karena derasnya pasokan gula impor. Ia bilang ia membuka peluang mengendalikan impor gula.

“Kami tidak mau terjadi oversupply sehingga mengganggu harga di nasional,” ucap Agus dalam konferensi pers di Kemendag pada Kamis pekan lalu (11/6/2020).

Toh, Agus berkata "impor tetap terbuka" jika pasokan gula dari para petani tak mencukupi dengan dalih demi mengantisipasi penurunan produksi gula tahun 2020.

Pernyataan Agus merespons protes Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang mengeluhkan harga gula di tingkat petani pada awal Juni 2020 sudah turun menukik hingga Rp10.800 per kg, padahal harga gula di tingkat konsumen saat itu Rp16.600 per kg.

Situasi itu membuat petani tebu gigit jari, lebih-lebih jika harga gula nanti turun lagi karena derasnya pasokan impor, sehingga biaya produksi mereka tak sepadan dengan harga panen.
Reporter: Vincent Fabian Thomas

Penulis: Vincent Fabian Thomas

Editor: Maya Saputri

(Sumber : tirto.id)