17 Jun
Menko Airlangga Hartarto jamin pasokan bahan pangan pokok aman hingga akhir tahun
Selasa, 16 Juni 2020 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto memastikan pasokan bahan pangan pokok bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga akhir tahun ini.

"Dari 11 kebutuhan pokok, kita melihat beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai, daging, daging ayam, gula pasir dan minyak goreng relatif perkiraannya sampai Desember masih relatif aman," ujar Airlangga dalam acara Triple Helix Innovation for Sustainable Food System in Indonesia Amid Covid-19, Selasa (16/6).

Airlangga mengakui, impor pangan selama bulan Ramadan sempat mengalami gangguan lantaran beberapa negara, seperti India melakukan lockdown.

"Jadi beberapa komoditas yang biasanya kita menaggantungkan diri dengan India, itu tidak bergerak sama sekali," ujar Airlangga.

Berdasarkan data yang dipaparkan Airlangga, diperkirakan pada Mei hingga Desember 2020 terdapat pasokan beras sebanyak 26,2 juta ton dengan kebutuhan sebesar 20,09 juta ton sehingga masih ada stok sebesar 6,1 juta ton di akhir tahun.

Untuk komoditas jagung dari Mei-Desember diperkirakan pasokan sebesar 12,2 juta ton dengan perkiraan kebutuhan 10,79 juta ton, sehingga neraca di akhir Desember mencapai 1,4 juta ton.

Pasokan bawang merah pada Mei-Desember diperkirakan sebesar 702.961 ton dengan kebutuhan 672.392 ton. Pasokan bawang putih diperkirakan sebesar 642.791 ton dengan kebutuhan sebanyak 377.507. Pasokan bawang putih ini dipenuhi melalui produksi dalam negeri sebanyak 17.653 ton dan impor yang direncanakan sebanyak 603.911 ton.

Selanjutnya, perkiraan pasokan cabai besar hingga Desember sebesar 762.692 ton dengan kebutuhan 730.923 ton. Sedangkan cabai rawit perkiraan pasokannya 755.363 ton dengan kebutuhan 675.163 ton.

Daging sapi/kerbau hingga Desember akan memiliki pasokan sebesar 749.498 ton dengan kebutuhan sebesar 354.136 ton. Adapun, daging sapi/kerbau ini akan dipenuhi dari produksi dalam negeri dan impor yang rencananya sebesar 282.842 ton.

Untuk daging ayam ras pasokannya diperkirakan mencapai 2,44 juta ton dengan kebutuhan 1,55 juta ton. Telur ayam ras diperkikran pasokannya mencapai 8,41 juta ton dengan kebutuhan 8,16 juta ton.

Selanjutnya, pasokan minyak goreng dari Mei-Desember diperkirakan mencapai 10,76 juta ton dengan kebutuhan 3,48 juta ton.

Sementara pasokan gula pasir diperkirakan mencapai 3,14 juta ton. Jumlah ini merupakan posisi stok akhir April 2020 yang mencapai 213.949 ton ditambah produksi dalam negeri sekitar 2,31 juta ton dan impor yang rencananya sebanyak 612,011 ton. Adapun, kebutuhannya sebesar 1,85 juta ton.

(Sumber : Kontan.co.id)