25 Mar
IMPOR BAWANG PUTIH : Bulog Dipersilakan Hitung Margin

Juli Etha Ramaida Manalu Jum'at, 22/03/2019 02:00 WIB


Bisnis, KARAWANG—Pemerintah memastikan penugasan impor bawang putih yang diberikan kepada Bulog akan mempertimbangkan margin BUMN pangan.


Seperti diketahui, pemerintah menugaskan Bulog untuk mengimpor 100.000 ton bawang putih menyusul terjadinya penaikan harga ke level Rp45.000 per kilogram.


Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan, penugasan itu diberikan agar Bulog bisa menjalankan salah satu fungsinya, yakni stabilisator harga.


Setelah mendatangkan bawang putih impor sesuai penugasan, Bulog akan diberikan kesempatan untuk berhitung agar tetap mendapatkan margin dan tidak merugi.


"Jadi, kita kerjakan itu tanpa mengabaikan pengaruh keuangan perusahaan. Itu pasti kita hitung karena pemerintah memang bisa menugaskam BUMN tapi harus dengan margin yang cukup," ujarnya di sela-sela perayaan HUT ke 21 BUMN yang diadakan di Karawang, Kamis (21/3/2019).


Lebih lanjut, dia menjelaskan penugasan kepada Bulog ini diputuskan agar impor bawang putih bisa segera terlaksana.


Pasalnya, selama ini impor bawang putih cenderung dilaksanakan oleh swasta setelah mendapatkan persetujuan impor.


Namun, untuk mendapatkan persetujuan tersebut ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi termasuk rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.


RIPH baru bisa diberikan jika importir telah memenuhi kewajiban atau prasyarat berupa penanaman bawang putih di dalam negeri yang bertujuan untuk menekan volume impor di masa mendatang.


"Itu yang mungkin berat bagi swasta, maka itu pemerintah menugaskan Bulog. Dia mungkin jadi tanpa tanam karena tugas dia bukan tanam. Jadi, penugasannya impor saja," tambahnya.


Sementara itu, terkait waktu pelaksanaan penugasan ini oleh Bulog, Wahyu menyebutkan saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan kementerian terkait.


Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengharapkan penugasan tersebut dapat segera direalisasikan pada bulan ini sebelum harga bawang putih terus naik.


"Bawang putih lagi naik kan, ini sekitar Rp45.000 . Jadi, kami menugaskan Bulog untuk impor segera. Angkanya kira-kira 100.000 ton," ungkapnya usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian di Jakarta, Senin (18/3) malam.


Kebutuhan nasional akan bawang putih tersebut berkisar 500.000 ton per tahun. Di sisi lain, produksi dalam negeri hanya sekitar 20.000 ton per tahun. Defisit ini kemudian diisi oleh bawang putih impor yang sebagian besar berasal dari China.


Maka dari itu, Kementan kemudian mewajibkan importir bawang putih untuk menanam bawang putih di dalam negeri sebanyak 5% dari kuota impor yang diperoleh sebagaimana termaktub dalam Permentan No.38/2017. (Juli E.R.Manalu/Puput Ady Sukarno)


Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

(Sumber : Bisnis.com)